Tuesday, September 27, 2011

INI BARU BETUL....TUGAS AMIL@PKZ....KUTIP...CARI PENERIMA...BUAT KIRA2....AGIHKAN PENERIMA@ASNAF...TU SEBAB DAPAT BAHAGIAN SATU PERLAPAN(1/8) JUGA...AMBIK LEBIH HARAM...

Jelajah rumah ke rumah cari fakir miskin



PETALING JAYA: Nasib golongan fakir dan miskin di Projek Perumahan Rakyat (PPR) Seksyen 8, Kota Damansara, di sini, lebih terjamin berikutan penubuhan Skuad Jelajah Kemiskinan Bandar Siri 2011.
Skuad itu yang membabitkan kerjasama Lembaga Zakat Selangor (LZS), Persatuan Penduduk PPR kawasan itu dan ahli kariah Masjid Kota Damansara melawat setiap isi rumah di kawasan pangsapuri itu untuk melihat sendiri keadaan mereka.

Pengurus Besar Pejabat Agihan LZS, Shahadan Ishak, berkata skuad itu sebelum ini sudah beroperasi, tetapi terhenti pada 2007 dan disambung semula tahun ini. “Usaha penubuhan skuad ini ialah untuk mengesan golongan fakir dan miskin yang mungkin terlepas pandang serta mengenal pasti golongan pemohon zakat baru,” katanya pada Program Jejak Kemiskinan Bandar di PPR berkenaan, semalam.
Hadir sama, Pengerusi Persatuan Penduduk PPR Seksyen 8, Johari Nander serta 50 kakitangan LZS.

Shahadan berkata, sebanyak 1,152 rumah akan dilawati oleh ahli skuad yang meliputi semua empat blok pangsapuri 18 tingkat itu.

Katanya, siri jelajah skuad akan diteruskan ke tiga lagi lokasi yang dipercayai mempunyai ramai golongan sasar iaitu di Taman Medan pada Selasa ini serta Seksyen 27, Shah Alam dan Puchong Permai pada pertengahan Oktober depan selepas siri pertama jelajah di Lembah Subang, minggu lalu, mencapai matlamat.

Sebelum program dua hari yang bermula semalam hingga hari ini dijalankan penduduk terlebih dulu diberi borang permohonan untuk diisi dan pihak LZS akan menyaring sama ada permohonan mereka layak atau tidak.

Shahadan berkata, program seumpama ini amat digalakkan supaya golongan fakir dan miskin mendapat pembelaan sewajarnya.

AMIL

Amil merupakan sasaran berikutnya setelah fakir miskin (9:60).  Amil adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat, dimana Allah menyediakan upah bagi mereka dari harta zakat sebagai imbalan.
Dimasukkannya amil sebagai asnaf menunjukkan bahwa zakat dalam islam bukanlah suatu tugas yang hanya diberikan kepada seseorang (individual), tapi merupakan tugas jamaah (bahkan menjadi tugas negara).  Zakat punya anggaran khusus yang dikeluarkan daripadanya untuk gaji para pelaksananya.
            Syarat Amil (siapa tahu ada Isneter yang tertarik menjadi Amil Professional) :
1.              Seorang Muslim
2.              Seorang Mukallaf (dewasa dan sehat pikiran)
3.              Jujur
4.              Memahami Hukum Zakat
5.              Berkemampuan untuk melaksanakan tugas
6.              Bukan keluarga Nabi (sekarang sudah nggak ada nih)
7.              Laki-laki
8.              Sebagian ulama mensyaratkan amil itu orang merdeka (bukan hamba) 

Tugas Amil :
            Semua hal yang berhubungan dengan pengaturan zakat.  Amil mengadakan sensus berkaitan dengan:
1.              orang yang wajib zakat,
2.              macam-macam zakat yang diwajibkan
3.              besar harta yang wajib dizakat
4.              Mengetahui para mustahik :
         ‑   Jumlahnya
         ‑   Jumlah kebutuhan mereka dan jumlah biaya yang cukup untuk mereka.
 Berapa besar bagian buat amil ini : 
      Amil tetap diberi zakat walau ia kaya, karena yang diberikan kepadanya adalah imbalan kerjanya bukan berupa pertolongan bagi yang membutuhkan.  Amil itu adalah pegawai, maka hendaklah diberi upah sesuai dengan pekerjaannya, tidak terlalu kecil dan tidak juga berlebihan.  Pendapat yang terkuat yang diambil Yusuf Qardawy adalah pendapat Imam Syafi'i, yaitu maksimal sebesar 1/8 bagian.  Kalau upah itu lebih besar dari bagian tersebut, haruslah diambilkan dari harta diluar zakat, misalnya oleh pemerintah dibayarkan dari sumber pendapatan pemerintah lainnya.


Tugas Amil Zakat Bagian dari Jihad  
[Agama dan Pendidikan]Komisi Pengawas BAZIS DKI Jakarta, Prof Dr H Qomari Anwar, MA
Tugas Amil Zakat Bagian dari Jihad

Jakarta, Pelita
Tugas amil zakat adalah bagian dari jihad. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, Tarmizi, Imbu Majah dan Hakim bahwa seseorang petugas yang melaksanakan urusan zakat dengan jujur adalah seumpama orang yang berjuang di jalan Allah hingga ia kembali ke rumahnya.
Komisi Pengawas Badan Amil Zakat Infaq Shadaqah (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Prof Dr H Qomari Anwar, MA mengatakan di Jakarta, kemarin. Dia mengutip Dr Yusuf Qardawi dalam kitab Fiqh az Zakah yang menyatakan bahwa amil ialah mereka yang dilantik untuk melaksanakan segala fungsi urusan zakat yang meliputi memungut, menyimpan, menagih, dan menyalurkan zakat.
Menurut Qomari, yang diperlukan bagi amil zakat adalah harus memahami seluk beluk zakat kaitannya dalam Islam (dasar zakat, fungsi zakat, harta yang harus dizakati, siapa muzakki, siapa mustahiq, cara menghitung zakat, dsb). Selanjutnya amil zakat itu harus memiliki tekad kuat untuk menjalankan ajaran Islam; bersemangat dan merasa senang melaksanakan tugas terkait dengan zakat dan memanfaatkan tugasnya sebagai sarana dakwah kepada orang lain dan sarana ibadah untuk memperoleh al jannah (sorga). Karena itu, harus sungguh-sungguh melaksanakannya.
Syarat amil zakat, lanjut Qomari, beragama Islam yang memahami hukum Islam atau fiqih, mukallaf, merdeka, mendengar, melihat, adil dan amanah.
Qomari menjelaskan, dasar berzakat dan keutamaannya berlandaskan firman Allah: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. (QS Taubah, ayat 103); Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah maha Kaya lagi Maha Terpuji. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh burit pada tiap-tiap butir, sratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (kurniaNya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah 26).
Dia memaparkan, zakat digolongkan kepada zakat maal dan zakat nafs atau zakat fitrah. Zakat maal dapat dikelompokkan lagi menjadi zakat maal dan zakat pendapatan, ucapnya seraya menambahkan bahwa untuk mengelurkan zakat harus diketahui jenis barang yang dizakati. Barang atau kekayaan yang harus dizakati dipisahkan secara tegas dan dihitung secara cermat.
Apa tujuan zakat? Menurut Qomari, tujuan zakat adalah untuk membantu, mengurangi dan mengangkat kaum fakir miskin dari kesulitan hidup dan penderitaan mereka; membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh al gharimin, ibnu sabil dan para mustahik lainnya; membina dan merentangkan tali solidaritas (persaudaraan) sesama umat manusia.
Selain itu, katanya, mengimbangi ideologi kapitalisme dan komunisme, menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan dan pengusaha modal; menghindarkan penumpukan kekayaan perseorangan yang dikumpulkan di atas penderitaan orang lain; Mencegah jurang pemisah kaya miskin yang dapat menimbulkan malapetaka dan kejahatan sosial; mengembangkan tanggungjawab perseorangan terhadap kepentingan masyarakat, dan kepentingan umum; mendidik untuk melaksanakan disiplin dan loyalitas seorang untuk menjalankan kewajibannya dan menyerahkan hak orang lain. (dik)

URAIAN TUGAS PENGURUS BADAN AMIL ZAKAT.

1. Dewan Pertimbangan
a. Ketua
1. Memberikan saran dan pertimbangan tentang pengelola zakat, perkembangan hukum dan pemahaman mengenai pengelola zakat ;
2. Memberikan pertimbangan akan kebijakan pengumpulan, pendayagunaan dan pengembangan pengelola zakat
3. Memberikan penilaian pertanggungjawaban dan laporan hasil kerja Badan Pelaksana dan Hasil pemeriksaan Komisi Pengawas ;
4. Menampung, mengolah dan menyampaikan pendapat umat tentang pengelola zakat

b. Wakil Ketua
1. Membantu Ketua Dewan Pertimbangan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan yang telah ditetapkan ;
2. Menyelenggarakan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan zakat ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua ;
4. Mewakili Ketua apabila berhalangan melaksanakan tugas sehari-hari ;
5. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Dewan Pertimbangan

c. Sekretaris
1. Melaksanakan kegiatan ketatausahaan ;
2. Menyiapkan bahan-bahan untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan pengelola zakat dan mempersiapkan laporan ;
3. Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-hari ;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Ketua Dewan ;
5. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua.

d. Anggota
1. Memberikan masukan kepada Ketua tentang pengembangan pengelola zakat ;
2. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Dewan Pertimbangan ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua ;
4. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Dewan Pertimbangan.




2. Komisi Pengawas
a. Ketua
1. Mengawasi pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat ;
2. Menunjuk akuntan publik untuk memeriksa pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat ;
3. Mempertanggungjawabkan dan melaporkan kerjanya kepada Dewan Pertimbangan.

b. Wakil Ketua
1. Membantu Ketua dalam melaksanakan tugas sehari-hari ;
2. Menyelenggarakan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pengawasan ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua ;
4. Mewakili Ketua Komisi Pengawas apabila berhalangan melaksanakan tugas ;
5. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Komisi Pengawas.



c. Sekretaris
1. Melaksanakan kegiatan dibidang pengawasan ;
2. Menyiapkan bahan-bahan untuk pelaksanaan kegiatan pengawasan dana zakat dan mempersiapkan bahan laporan ;
3. Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-hari ;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua ;
5. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Komisi Pengawas.

d. Anggota
1. Melaksanakan tugas operasional pengawasan ;
2. Membantu pelaksanaan tugas Komisi Pengawas ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan ;
4. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Komisi Pengawas.


3. Badan Pelaksana
a. Ketua Umum
1. Melaksanakan garis kebijakan Badan Amil Zakat dalam program pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat dan lainnya ;
2. Memimpin pelaksanaan program-program Badan Amil Zakat ;
3. Merencanakan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat dan lainnya ;
4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kepada DPR sesuai dengan tingkatnya.

b. Wakil Ketua I
1. Membantu Ketua Umum dalam menjalankan tugas sehari-hari ;
2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan ;
3. Mewakili Ketua Umum apabila Ketua Umum berhalangan dalam menjalankan tugas
4. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Umum.

c. Wakil Ketua II
1. Membantu Ketua Umum dan Ketua I dalam menjalankan tugas ;
2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan ;
3. Mewakili Ketua I apabila berhalangan dalam menjalankan tugas ;
4. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Ketua Umum

d. Sekretaris
1. Melaksanakan administrasi umum ;
2. Menyediakan bahan untuk pelaksanaan kegiatan Badan Amil Zakat serta mempersiapkan bahan laporan ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

e. Wakil Sekretaris
1. Melaksanakan kegiatan ketatausahaan ;
2. Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan ;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan ;
4. Mewakili Sekretaris apabila berhalangan dalam menjalankan tugas ;
5. Dalam menjalankan tugas bertanggungjawab kepada Sekretaris.

f. Bendahara
1. Mengelola seluruh dana zakat dan lainnya ;
2. Melaksanakan pembukuan dan laporan keuangan ;
3. Menerima tanda bukti penerimaan, pendistribusian dan pendayagunaan dari bidang pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat ;
4. Menyusun Dan menyampaikan laporan berkala atas penerimaan dan penyaluran dana zakat ;
5. Mempertanggungjawabkan dana zakat dan lainnya


g. Bagian Pengumpulan
1. Melakukan pendataan muzakki, harta zakat dan lainnya ;
2. Melakukan usaha penggalian zakat dan lainnya ;
3. Melakukan pengumpouLan zakat dan lainnya dan menyetorkan hasilnya ke bank yang ditunjuk serta menyamPaikan tanda bukti penerimaan kepada bendahara ;
4. Mencatat dan membukukan hasil pengumpulan zakat dan lainnya ;
5. Mengkoordinasikan kegiatan pengumpulan zakat dan lainnya.


h. Bagian Pendistribusian
1. Menerima dan menyeleksi permohonan calon mustahiq ;
2. Melaksanakan pendfistribusian dana zakat dan Lainnya sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan ;
3. Mencatat pendistribusian dana zakat dan Lainnya dan menyerahkan tanda bukti penerimaan kepada bendahara ;
4. Menyiapkan bahan laporan pendistribusian dan zakat dan lainnya ;
5. Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Ketua Umum.

i. Bagian Pendayagunaan
1. Melakukan pendataan mustahiq, harta zakat dan lainnya ;
2. Melaksanakan pendayagunaan zakat dan lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan ;
3. Mencatat pendayagunaan zakat dan lainnya serta menyerahkan tanda bukti penerimaan kepada bendahara ;
4. Menyiapkan bahan laporan pendayagunaan dana zakat dan lainnya untuk usaha produktif
5. Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Ketua Umum.

j. Bagian Pengembangan
1. Menyusun rencana pengumpulan, pendayagunaan dan pengembangan dana zakat dan lainnya ;
2. Melaksanakan penelitian dan pengambangan masalah-masalah social dan keagamaan dalam rangka pengambangan zakat ;
3. Menerima dan memberi pertimBangan, usul dan saran mengenai pendayagunaan zakat untuk pengembangan ekonomi umat ;
4. Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Ketua Umum.


Pamekasan, 05 April 2010
Ketua.




Drs. KADARISMAN SASTRODIWIRJO

No comments:

Post a Comment